Pekan Seni Remaja (PSR)

  • 08 April 2013
  • Oleh: pendidikan
  • Dibaca: 1890 Pengunjung
Pekan Seni Remaja (PSR) Pekan Seni Remaja (PSR) tingkat SMP dan SMA/SMK serta Lomba Seni tingkat TK dan SD Kota Denpasar kembali digelar. Ajang tahunan dijadwalkan berlangsung mulai 8 hingga 13 April 2013 mendatang. Pelaksanaan PSR dan Lomba Seni Tingkat TK dan SD ini adalah pembinaan dan pembibitan. Lebih dari itu, menanamkan kepada anak-anak mencintai seni budaya sejak usia dini. Kabid Pemuda Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana, mengatakan hal itu, Kamis (4/4). Menurut Sukana, kecintaan pada budaya sendiri yaitu budaya Bali harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Sebab tanpa upaya itu maka pelestarian seni budaya Bali akan sulit dilakukan. Dikatakan, anak-anak sebagai generasi mudalah yang menjadi penerus dan pelestari seni budaya kebanggaan Bali. PSR dan Lomba Seni tingkat TK dan SD ini, juga merupakan upaya menanamkan sikap mental positif dan mencintai milik sendiri kepada anak-anak sejak usia dini. ‘’Seni budaya adalah rohnya Bali. Sebab, jika berbicara tentang Bali maka tak bisa lepas dari faktor unggulan Bali yaitu seni budaya. Makanya, PSR dan Lomba Seni ini merupakan upaya menanamkan sikap mental positif dan mencintai milik sendiri kepada anak-anak sejak usia dini,’’ tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini juga sebagai upaya mempersiapkan artis-artis seni sebagai duta kontingen Kota Denpasar dalam rangkaian Porsenijar Provinsi Bali dan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan datang. Juga dimaksudkan untuk meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya khususnya di bidang seni sebagai keunggulan daerah serta mendukung Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya. PSR kali ini melombakan cabang seni tradisional dan non tradisional. Cabang seni tradisional yang dilombakan meliputi dolanan, macepat, membaca aksara Bali, tari baris tunggal, tari Kupu-kupu Tarum, tari Kebyar Duduk, tari Cilinaya, tari Tenun, tari Jauk Keras, mesatua Bali, mapidarta bahasa Bali, menyalin huruf latin ke aksara Bali, dharma wacana, rindik, gender wayang, dan kendang tunggal. Sementara cabang seni non tradisional yang dilombakan yakni lomba lagu pop, paduan suara, baca puisi dan tata busana, dan melukis.

  • 08 April 2013
  • Oleh: pendidikan
  • Dibaca: 1890 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

A.A. Made Wijaya Asmara, S.Sos, M.AP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?