Pemerintah Harus Berani Tingkatkan Anggaran Pendidikan di Bidang IT

  • 11 Oktober 2007
  • Oleh: pendidikan
  • Dibaca: 1099 Pengunjung
Pemerintah Harus Berani Tingkatkan Anggaran Pendidikan di Bidang IT JAKARTA--MEDIA: Pemerintah harus berani dalam menganggarkan anggaran di bidang information technology (IT) guna mengejar ketertinggalan kemajuan teknologi informasi dari negara-negara lain. Idealnya untuk membangun jaringan teknologi informasi di seluruh Indonesia, pemerintah perlu mematok anggaran sebesar 50%, dari anggaran pendidikan. Itupun dengan catatan, anggaran pendidikan harus terlebih dahulu mencapai 20% dari APBN. Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Hadiono Afdjani, dalam pidato ilmiah acara wisuda periode II program pascasarjana, sarjana, dan ahli madya Universitas Budi Luhur dan Akademi Sekretaris Budi Luhur, di Jakarta Convention Center, Selasa. Hadiono mengungkapkan, pengalamannya ketika berkunjung ke Malaysia, ternyata Malaysia sangat gencar dalam membangun kota teknologi Informasi, yaitu Cyberjaya, ketimbang bangsa Indonesia, yang terjadi perbedaan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Mereka sangat agresif membangun industri multimedia dan sejumlah perguruan tinggi berbasis multimedia dan teknologi Informasi, dengan skala anggaaran yang lebih besar dari total anggaran pendidikan yang ada, kata Hadiono. Hadiono mengatakan, dengan kemajuan teknologi informasi tidak hanya akan membuat bangsa Indonesia mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain. Tetapi lebih dari itu, negara berkembang tidak hanya memperdagangkan bahan mentah ke pihak barat, tetapi juga menjual produk jadi ke negara maju, kata Hadiono. Hadiono menjelaskan, dengan teknologi dan Informasi juga, dapat memungkinkan sebuah perusahaan menawarkan pelayanan perdagangan secara global, dengan kombinasi antara komputer dan telekomunikasi yang murah. Selama ini, menurut Hadiono, hanya kota-kota tertentu saja di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, yang memiliki perguruan tinggi berbasis teknologi Informasi, sementara daerah lain di luar Pulau Jawa, masih banyak perguruan tinggi yang belum memiliki jaringan teknologi dan Informasi. Sebab itu, kata Hadiono, jika ingin tidak ada ketimpangan kemajuan teknologi informasi di antara daerah satu dengan daerrah lainnya, pemerintah harus berani menganggarkan selain untuk pendidikan dasar sembilan tahun, adalah membangun jaringan teknologi Informasi mulai satuan pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Langkah itu harus dilakukan, dan ini sebenarnya dapat dilakukan mulai saat ini secara bertahap dengan melakukan penghematan anggaran, kemudian dialihkan untuk pengembangan teknologi Informasi, baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa, tambahnya. Sementara itu, dalam kesempatan wisuda periode II 2007, Universitas Budi Luhur kemarin Rektor Universitas Budi Luhur mewisuda 821 wisudawan dan wisudawati dari lima fakultas program sarjana dan satu fakultas program pasca sarjana. Adapun wisudawan terbaik untuk program sarjana yakni diraih Rima Handayani dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80 dari program studi Komputerisasi Akuntansi. Sedangkan, untuk program pasca sarjana diraih oleh Agus Ekanurdi dengan IPK 3,96 dari program studi Magister Manajemen. (Dik/OL-1) Dikutip dari : www.pendidikan.net

  • 11 Oktober 2007
  • Oleh: pendidikan
  • Dibaca: 1099 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, SE, M.Si

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?