35 Tahun SMPN 10 Denpasar, Bertabur Prestasi Internasional

  • 18 Desember 2019
  • Oleh: Admin Disdikpora
  • Dibaca: 184 Pengunjung

SMPN 10 Denpasar pantas menyandang sekolah lengkap dan berkualitas. Rabu (18/12/2019) SMPN 10 Denpasar alias Spenda genap berusia 35 tahun. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara, S.Pd.,M.Pd.

Acara juga dihadiri Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan; Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., Ketua Komite SMPN 10 Denpasar, Tjokorda Alit Krisdiana dan pengawas sekolah Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd. Ketua Panitia HUT, I Gede Widana, S.Pd., melaporkan, serangkaian HUT dilakukan kegiatan internal berupa pentas mahaseni siswa (Tasmania) sebagai implementasi K-13. Berikutnya digelar lomba eksternal yakni lomba akademis melibatkan siswa SD se-Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Kasek Wayan Sumiara mengatakan, usia 35 tahun merupakan usia produktif. Usia yang matang untuk bisa mencetak generasi muda yang unggul dalam mutu, berkarakter dan berbudaya lingkungan yang sesuai dengan visi sekolah.

Dia berharap, ke depan SMPN 10 Denpasar selalu menjadi sekolah yang unggul dan diminati oleh masyarakat. Sumiara yang baru menjabat sejak Juni 2019 mengakui prestasi siswa SMPN 10 Denpasar sejak dulu selalu membangkan baik akademis maupun non akademis. Pada HUT kali ini siswanya juga mempersembahkan segudang prestasi internasional.

Di antaranya, medali emas Word Young Inventor Exhibition Malaysia atas nama Gusti Ayu Putu Widya Pratiwi, Angelica, dan Anggun Sasmita Dewi. Berikutnya medali perunggu di ajang yang sama atas nama Gusti Ayu Putu Widya Pratiwi, Angelica, Anggun Sasmita Dewi, I Gd. Suvitho Sugandhi, dan Made Vindra Wikananda.

Selanjutnya medali perunggu lomba KIR dalam rangka Indonesia Internasional Invention Festival 2019 di Malang. Medali emas dan perak di ajang International Science and Invention Fair dan Indonesia International Invention Festival.

Sumiara mengakui, prestasi yang dicapai adalah hasil kerja sama dan kerja keras semua komponen sekolah. Sekolah memberi ruang kepada siswa untuk berkreativitas, diawali dengan penggalian minat dilanjutkan dengan pengembangan potensi siswa. Keberhasilan siswa juga tak terlepas dari dukung dari orang tua siswa. Karenanya, dia mengatakan apalah artinya seorang kepala sekolah tanpa dukungan komponen lainnya.

Ketua Komite SMPN 10 Denpasar, Tjokorda Alit Krisdiana, mengacungkan jempol atas semangat dan kerja keras anak-anak dan guru Spenda yang tak pernah berhenti melahirkan prestasi di tingkat nasional dan internasional. Ia meminta, Spenda harus tetap mempertahankan iklim akademik seperti sekarang.

Sementara Kadisdikpora I Wayan Gunawan, mengakui perkembangan SMPN 10 Denpasar sangat luar biasa. Tata bangunan sekolah ini sudah tertata baik, lingkungan sekolah juga sudah sangat asri. Ditambah lagi dengan prestasi prestisius yang dihasilkan adalah bukti keseriusan komponen sekolah melahirkan anak-anak berprestasi.

Untuk menghadapi tantangan pendidikan yang semakin berat, Gunawan mengatakan, harus dijawab dengan berintegritas. Pertama, kita memiliki integritas terhadap pemimpin. Kedua, berintegritas kepada tugas sesuai tupoksi. Ketiga, berintegritas kepada lembaga, diri sendiri, dan kepada bawahan.  

Budaya prestasi dan karakter, tegas Gunawan, harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk itu, dia mengajak warga Spenda untuk terus mencetak prestasi dan menjadi alumni yang dibanggakan masyarakat. 


  • 18 Desember 2019
  • Oleh: Admin Disdikpora
  • Dibaca: 184 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Drs. I Wayan Gunawan

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?