Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Pendidik PAUD Dituntut Semakin Profesional

Oleh : nakididnep | 16 Agustus 2017 | Dibaca : 160 Pengunjung

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Made Merta, M.Si., berharap pendidik PAUD semakin profesional dalam bertugas. Tak hanya itu, pendidik PAUD juga dituntut berkualitas, aktif, inovatif dan kreatif untuk menunjang proses transformasi pengetahuan kepada anak-anak didiknya. Karena PAUD sangat mempengaruhi pertumbuhan anak saat dewasa nanti.

“Kita melihat cukup banyak keinginan masyarakat untuk mendirikan lembaga ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah tenaga pendidik. Mereka harus memiliki kualitas yang mumpuni,” ujar Made Merta, Jumat (4/8).

Masalah itu menurut Made Merta, harus menjadi perhatian yang serius. Sebab, jika tidak akan menimbulkan persoalan pada perkembangan peserta didik pada tahap selanjutnya. Oleh sebab itu, ia berharap agar para pendidik PAUD terus berupaya meningkatkan kompetensinya.

Made Merta mengakui, perkembangan lembaga PAUD di Kota Denpasar, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan secara signifikan. Berdasarkan data di Disdikpora Kota Denpasar saat ini telah mencapai 438 lembaga PAUD.

‘’Terus bertambahnya lembaga PAUD disebabkan meningkatnya kualitas guru dan pengembangan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, juga disebabkan meningkatnya kesadaan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk anak sedini mungkin,’’ katanya.

Karenanya ia mengingatkan, seiring dengan meningkatkan jumlah lembaga PAUD, profesionalisme lembaga PAUD  harus terus ditingkatkan. Terutama dalam memberikan pendidikan dasar karakter dan kreativitas anak.

Pembinaan anak usia dini, kata Made Merta, harus terus diupayakan sebagai langkah membangun bangsa. Karena, anak usia dini merupakan cikal bakal pembentukan generasi emas. ‘’Dengan memiliki generasi emas ini, tentu akan semakin yakin bahwa bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Kota Denpasar khususnya akan semakin memiliki peradaban yang tinggi di masa mendatang,’’ katanya.

Di saat menggeliatnya pendirian lembaga PAUD, Made Merta menegaskan, Disdikpora Kota Denpasar bersikap ekstra hati-hati dalam memberikan rekomendasi pendirian lembaga. Pihaknya berkomitmen meletakkan pendidikan usia dini ke arah yang lebih berkualitas.

Ia menyebutkan, mulai 1 Agustus 2017, ijin operasional pendirian sekolah (PAUD) tak lagi dikeluarkan oleh Disdikpora Kota Denpasar, melainkan oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar. Disdikpora hanya mengeluarkan surat rekomendasi.

‘’Rekomendasi yang diberikan oleh Disdikpora Kota Denpasar sebatas urgensi pendirian lembaga. Indikatornya meliputi, kurikulum, tenaga pendidik, peserta didik, struktur operasional serta sarana prasarana,’’ paparnya.

Made Merta menambahkan, dari 438 lembaga PAUD terdiri dari 273 lembaga TK, 140 Kelompok Bermain dan 25 Tempat Penitipan Anak (TPA). Seluruhnya sudah mengantongi ijin operasional.

Terkait sebaran lembaga PAUD, Made Merta menjelaskan, sudah tersebar merata di empat kecamatan. Dikatakan, keberadaan PAUD di setiap desa sudah lebih dari cukup. ‘’Saat ini, mayoritas di satu banjar sudah ada satu PAUD. Bahkan, ada yang sampai memiliki dua lembaga PAUD. Itu belum termasuk lembaga PAUD yang dikelola oleh pihak swasta,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar jumlah siswa atau peserta PAUD dalam satu rombongan belajar atau kelas tidak sampai overload. Idealnya dalam satu rombongan belajar terdiri dari 20 orang siswa atau paling maksimal 25 orang siswa.

“Jangan sampai lebih dari itu, karena proses pembelajaran di PAUD menuntut perhatian yang sangat tinggi. Jadi, guru harus memiliki catatan perkembangan individu setiap anak secara cermat,’’ pungkasnya.


Oleh : nakididnep | 16 Agustus 2017 | Dibaca : 160 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter