Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Tingkatkan Prestasi Sekolah dengan Wawasan Wiyata Mandala

Oleh : nakididnep | 12 September 2017 | Dibaca : 181 Pengunjung

Untuk keberhasilan proses pendidikan di sekolah diperlukan adanya kesatuan pandangan atau tinjauan yang sama dari seluruh warga sekolah, mengenai eksistensi sekolah sebagai lembaga atau lingkungan pendidikan yang dapat menjamin dan menyelenggarakan seluruh proses pendidikan di sekolah. Kesatuan pandangan ini adalah wawasan wiyata mandala.

‘’Wawasan wiyata mandala diartikan sebagai suatu pandangan atau tujuan mengenai lingkungan pendidikan/pengajaran. Sekolah merupakan wiyata mandala berarti bahwa sekolah adalah lingkungan pendidikan,’’ kata Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, Senin (11/9).

Mewujudkan sekolah berwawasan wiyata mandala, Disdikpora melaksanakan penilaian di sejumlah SMP di Denpasar. Di antaranya, di SMP Dharma Praja, SMP Tunas Daud Denpasar, SMP Santo Yoseph, SMP Harapan dan SMP Taman Rama Denpasar.

Penilaian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengelolaan sekolah guna mengetahui sejauh mana keberhasilan sekolah dalam menciptakan anak didik yang berprestasi diberbagai bidang. ‘’Beberapa aspek penilaian yang dinilai dalam lomba wawasan wiyata mandala ini meliputi aspek penataan lingkungan sekolah, aspek administrasi sekolah dan aspek pendidikan dan ekstrakulikuler sekolah,’’ jelasnya.

Menurut Supartha,  wawasan wiyata mandala merupakan salah satu unsur untuk memotivasi sekolah dalam rangka meningkatkan prestasi dan keberhasilan sekolah. Selain itu, semangat kebersamaan seluruh dewan guru, komite dan para siswa ini diharapkan tetap dipertahankan. “Jangan hanya pada lomba saja, namun terapkan dalam keseharian,” imbuh Supartha.

Menurut dia, cara mewujudkan wawasan wiyata mandala adalah ada lima komponen penting. Yaitu, peran kepala sekolah, peran guru, peran civitas akademika, peran murid dan peran masyarakat sekitar. Dijelaskan, peran kepala sekolah yakni berwenang dan bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah dihormati dan berwibawa artinya siapapun yang berkepentingan dengan sekolah harus melalui kepala sekolah.

‘’Semua aparat sekolah tidak boleh bertindak sendiri-sendiri melainkan atas seijin kepala sekolah. Kepala sekolah melaksanakan program-program yang telah disusun bersama komite sekolah. Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, osis, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pihak keamanan setempat,’’ jelasnya.

Selanjutnya, peran guru yakni menjunjung tinggi martabat dan citranya baik sikap dan tingkah lakunya. Menjadi tauladan di masyarakat (pamong). Guru harus mampu memimpin baik di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. ‘’Digugu dan ditiru, dipercaya oleh diri sendiri dan warga sekolah,’’ katanya.

Peran civitas akademika dimulai dari tata usaha harus mendukung kepentingan administrasi dalam rangka proses belajar mengajar di sekolah. Perangkat sekolah yang lain seperti pegawai, satpam, tukang kebun, piket dll, harus melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai bidang tugas masing-masing. Semua warga sekolah menjalin rasa persaudaraan demi kenyaman warga sekolah.

Peranan murid mentaati tata tertib yang berlaku di sekolah tanpa kecuali. Hormat dan sopan kepada guru dan warga sekolah yang lain. Hormat dan sopan kepada teman. Belajar yang tekun dan Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. ‘’Menjaga nama baik keluarga dan sekolah di manapun berada. Menjauhi narkoba, menjaga dan memelihara fasilitas belajar dan mengajar. Menjaga keamanan sekolah, melaporkan peristiwa negatif yang terjadi di sekolah kepada OSIS, guru, wakil kepala sekolah, BP atau kepala sekolah dan memelihara lingkungan sekolah,’’ bebernya.

Sementara masyarakat mendukung program dan kebijakan sekolah dalam rangka pemajuan PBM. Memberi saran dalam pemajuan proses belajar dan mengajar. Ikut menjaga keamanan lingkungan sekolah. Mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah melalui Komite sekolah.


Oleh : nakididnep | 12 September 2017 | Dibaca : 181 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter