Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Anak Jangan Dipaksa Baca, Tulis dan Hitung

Oleh : nakididnep | 06 Maret 2018 | Dibaca : 165 Pengunjung

Dewasa ini banyak orangtua yang memaksakan anaknya untuk belajar melebihi porsinya. Seperti banyaknya anak-anak usia pra sekolah yang harus belajar baca tulis dan hitung (Calistung).
 
“Hal ini sangat memprihatinkan, karena anak-anak yang masih duduk di taman kanak-kanak harus dipaksa menerima pembelajaran yang tidak sesuai usianya. Tentu akan ada dampaknya pada perkembangan anak sendiri,” ungkap Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta, Minggu (4/3) kemarin.
 
Menurutnya tidak ada salahnya anak-anak dikenalkan dengan huruf dan angka sebagai pembelajaran dini. Namun tidak boleh dipaksa untuk belajar hingga bisa karena belum saatnya dan dikhawatirkan berdampak pada tumbuh kembangnya.
 
“Kalau sekadar dikenalkan tidak masalah, itupun dikemas dalam bentuk permainan. Memang tidak boleh dipaksa, karena anak usia pra sekolah itu masanya bermain, bukan belajar seperti menerima materi pembelajaran di bangku sekolah,” paparnya.
 
Kendati demikian, Made Merta, tidak menyalahkan lembaga PAUD atau TK yang memberikan materi calistung. Pasalnya tuntutan orangtua terhadap pendidikan anaknya juga tinggi, salah satunya diajarkannya calistung untuk anak-anaknya sejak dini.
 
“Tidak ada yang salah, namun ini justru menjadi tantangan bagi pendidik PAUD dan TK untuk memberikan pengertian kepada orangtua bahwa anak-anak tidak boleh dipaksakan untuk menerima materi sebelum waktunya. Orangtua juga saya harap seperti itu, jangan sampai karena ego orangtuanya justru anak yang dikorbankan,” ujarnya.
 
Made Merta menjelaskan banyaknya orangtua yang menginginkan anaknya agar cepat membaca, menulis dan berhitung lantaran dipengaruhi kondisi lingkungan di sekitarnya. Banyak orangtua yang khawatir anaknya tertinggal dengan anak-anak lain.
 
“Yang terjadi saat ini saling membandingkan anaknya sudah bisa ini itu, padahal harusnya kemampuan akademis baru diasah saat masuk SD. Saat di TK ya hak mereka bermain, belajar pun sambil bermain,” katanya.
 
Made Merta menambahkan, menjadi pendidik bagi anak usia dini dituntut untuk profesional, tidak cukup hanya dengan menguasai materi. Ada kemampuan khusus yang paling penting untuk dikuasai, yakni memahami perkembangan psikologis anak didik.
 
‘’Penguasaan psikologi anak didik dalam membina anak usia dini perlu diperkuat dan diterapkan oleh tenaga pendidik PAUD,’’ tegasnya.
 
Menurutnya, saat memasuki pendidikan PAUD, si anak memasuki usia emas perkembangan otak dan perilakunya akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Untuk itu, peningkatan kompetensi pendidik PAUD mutlak diperlakukan agar anak mampu menggali kemampuan dirinya yang masih terpendam.
 
Made merta sangat berharap pendidik PAUD tetap mengisi diri dengan mengikuti diklat maupun pelatihan untuk mampu menciptakan terobosan baru dalam meningkatkan kompetensi keguruannya, sehingga apa saja materi yang diberikan tak mudah dilupakan oleh anak didiknya.


Oleh : nakididnep | 06 Maret 2018 | Dibaca : 165 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter