Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Didik Anak Usia Emas, Pendidik PAUD Harus Kompeten

Oleh : nakididnep | 13 Maret 2018 | Dibaca : 152 Pengunjung

Guna meningkatkan kompetensi dan wawasan pendidik PAUD, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, menyelenggarakan diklat dasar berjenjang bagi pendidik PAUD Kota Denpasar tahun 2018. Diklat dibuka Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Sukana, Senin (12/3) kemarin di SPNF SKB Disdikpora Kota Denpasar.
 
Kasi Kurikulum dan Penilian Bidang PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Dra. Made Ayu Sulastri Ariani, M.Si., mengatakan, diklat diikuti 60 orang pendidik PAUD di Kota Denpasar. Diklat dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 12, 13, 22 dan 23 Maret. Selanjutnya dilaksanakan praktik pada 24 dan 26 Maret di PAUD Harapan Bangsa SPNF SKB Disdikpora Kota Denpasar.
 
Made Sulastri mengungkapkan, setelah mengikuti diklat dasar berjenjang ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pendidik PAUD, meningkatkan keterampilan pendidik PAUD dalam memilih model pembelajaran, dan memantapkan pendidik PAUD dalam menyusun program semester. Lebih dari itu, memantapkan pendidik PAUD dalam menyusun RPPM dan RPPH, serta menjadikan pendidik yang kreatif dan meningkatkan kualitas dan potensi pendidik.
 
Karena dalam diklat diberikan materi di antaranya, konsep dasar PAUD, perkembangan anak, praktik perkembangan anak, kesehatn dan gizi anak usia dini, etika dan karakter pendidik PAUD, pengasuhan dan perencanaan pembelajaran. Diklat menghadirkan narasumber di antaranya, dr. AA Sri Wahyuni, S.PKJ., Pande Putu Sri Sugiani, DCN, M.Kes., Dr. MG Rini Kristiantari, M.Pd.
 
Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, mengungkapkan, diklat dasar berjenjang pendidik PAUD ini bagian dari upaya Disdikpora Kota Denpasar meningkatkan kompetensi pendidik PAUD, dan sejalan dengan program Walikota Denpasar menjadikan Kota Denpasar sebagai Kota Kompeten. Ia menegaskan, pendidik PAUD harus memiliki mutu dan kualitas yang memadai. Sebab, yang mereka hadapi adalah anak-anak yang tengah memasuki masa emas perkembangan otak.
 
Sukana mengatakan, kompetensi pendidik PAUD harus dipenuhi sebelum menjadi seorang guru bagi anak anak kecil. Sebagai seorang pendidik PAUD yang profesional, hendaknya perlu juga mengetahui standar kompetensi yang harus dimiliki. Dengan begitu tugas utama pendidik dalam membimbing, memotivasi dan memfasilitasi kegiatan pengasuhan serta pendidikan peserta didik PAUD dapat berjalan dengan optimal.
 
“Masa depan anak generasi muda mendatang tergantung kepada semangat dan keikhlasan guru PAUD dalam menularkan ilmunya,” tegas Sukana.
 
Di samping sebagai pendidik yang professional, kata Sukana, pendidik PAUD juga memiliki fungsi adaptasi yaitu berperan dalam membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan serta menyesuaikan diri dengan dirinya. Selanjutnya, fungsi sosialisasi yaitu berperan dalam membantu anak agar memiliki keterampilan keterampilan sosial yang berguna dalam pergaulan dan kehidupan sehari hari.
 
Fungsi pengembangan yaitu berkaitan dengan pengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Fungsi bermain yaitu berkaitan dengan pemberian kesempatan pada anak untuk bermain, karena bermain adalah hak anak. Dan, fungsi ekonomik yaitu pendidikan yang terencana untuk anak yang merupakan juga investasi jangka panjang orang tua.


Oleh : nakididnep | 13 Maret 2018 | Dibaca : 152 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter