Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Kantin SMPN 3 Denpasar Wajib Pakai ‘’Tekor’’

Oleh : pendidik | 08 Januari 2019 | Dibaca : 68 Pengunjung

Jauh sebelum Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar diterbitkan, SMPN 3 Denpasar sudah terlebih dahulu menerapkan diet kantong plastik. Kesadaran untuk bijaksana mengelola sampah plastik sudah diterapkan warga sekolah ini sejak empat tahun lalu.

‘’Kami sudah sejak empat tahun lalu mulai membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik di lingkungan sekolah. Siswa biasa memakai tekor (daun pisang) saat membeli makanan di kantin sekolah. Termasuk nasi wajib dibungkus daun pisang,’’ ujar Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Selasa (8/1/2019).

Di kantin sekolah tidak banyak ditemukan makanan kemasan plastik, apalagi stereofoam. Kebanyakan makanan yang dijual berupa tempe goreng, pisang goreng, tahu, keripik, dan kudapan tradisional. Kalau hendak membeli minuman, kantin sudah menyediakan gelas yang harus dikembalikan lagi setelah dipakai. Kantin menjual teh, air putih, dan minuman segar buatan sendiri.

‘’Kami biasanya bawa bekal atau wadah sendiri dari rumah, tapi kalau mau jajan di kantin pakai tekor dan gelas dari kantin. Supaya tidak banyak sampah plastik, itu (plastik) kan berbahaya untuk lingkungan," kata Murdana.

Selain itu, SMPN 3 Denpasar juga sudah mentradisikan proses pemilahan antara sampah organik dan anorganik (khususnya plastik). Kebiasaan ini dimaksud untuk mengurangi beban berat yang dipikul lingkungan.

Selain membiasakan siswa memilah jenis sampah, kata dia, pihaknya juga mendidik siswa agar mampu mengolah sampah jadi barang berharga. Untuk sampah organik seperti daun-daunan, dibangun bak penampungan khusus yang difungsikan untuk memproses sampah organik menjadi kompos. Sementara sampah plastik dipilah lagi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai jenis barang kerajinan. “Kami juga mewajibkan para siswa membuat kerajinan tangan berbahan baku sampah plastik,’’ ujarnya.

Inilah yang ia sebut keunggulan SMPN 3 Denpasar. Pertama inovasi penelitian dan kretivitas lingkungan. Kedua program lingkungan, SMPN 3 Denpasar sudah memiliki satgas keamanan kebersihan, bank sampah ‘’Restu Bumi’’ dan pusat pengolahan air limbah.  Selain itu, keberhasilan membina 10 sekolah imbas lingkungan Adiwiyata Mandiri.


Oleh : pendidik | 08 Januari 2019 | Dibaca : 68 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Lomba Futsal Antar SKPD dalam rangka HUT Kota Denpasar tahun 2014
Video
Penerapan Struktur dan Jaringan Tumbuhan Pada Teknologi
Facebook
Twitter