Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

SMP PGRI 5 Denpasar Gandeng Bank Sampah

Oleh : pendidik | 09 Januari 2019 | Dibaca : 115 Pengunjung

Untuk dapat mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh sampah plastik dengan cara melakukan recycle (daur ulang), SMP PGRI 5 Denpasar telah bekerjasama dengan bank sampah Artha Sedana Lestari, Desa Pemecutan Kaja. Sekolah ini juga mewajibkan para siswa membawa alat makan sendiri untuk makan dan minum saat jam istirahat.

Kebijakan ini diambil untuk mengurangi produksi sampah plastik yang berasal dari pembungkus makanan dan minuman. Termasuk mendukung diterapkannya Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar.

Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Dr. Wayan Wirasa, M.M., M.Pd., menjelaskan, bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan ikut memilah sampah-sampah plastik yang telah berhasil dikumpulkan di sekolah. ‘’Sampah plastik yang dipilih dan menjadi tanggung jawab siswa. Tiap kelas sudah disiapkan bak pemilihan sampah, hasilnya tiap hari ditimbang dan diuangkan di bank sampah. Hasil penjualan dijadikan kas kelas,’’ jelas Wirasa, saat menerima tim dari Disdikpora Kota Denpasar yang dipimpin Kabid Pembinaan Pendidikan SMP, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., Selasa (8/1) kemarin.

SMP PGRI 5 Denpasar yang meraih juara II lomba PKTP tingkat Provinsi Bali ini juga membiasakan warga sekolah memakai tekor (daun pisang) saat membeli makanan di kantin sekolah. Di kantin sekolah tidak banyak ditemukan makanan kemasan plastik, apalagi stereofoam. Kebanyakan makanan yang dijual berupa kudapan tradisional.

‘’Kantin sehat kami terapkan sebagai upaya untuk membudayakan hidup sehat dan bersih pada siswa mulai dari lingkungan sekolah,’’ ujar Wirasa didampingi Wakasek Wayan Adi Jaya, S.Pd., dan Wakasek Kesiswaan I Made Raditya Berata, S.Pd.

Kabid Pembinaan Pendidikan SMP,  AA Gede Wiratama, mengapresiasi langkah SMP PGRI 5 Denpasar mengurangi sampah plastik dengan bekerjasama dengan bank sampah, sebagai kelanjutan deklarasi sebagai sekolah bebas sampah plastik. Edukasi hidup bersih ini, kata dia, pas dimulai dari peserta didik dan diikuti oleh masyarakat luas.

Demikian juga penerapan kantin sehat ini bertujuan agar  terbiasa mengurangi konsumsi makanan kemasan. Makanan yang dijual makanan tradisional yang murah meriah dan sehat. Selain itu, upaya ini juga demi mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.

Ia juga memuji sekolah yang terletak di Jalan Gunung Agung Gg. Indus ini tampak begitu asri dan hijau. Di beberapa sudut sekolah tumbuh berbagai pohon peneduh, tanaman obat keluarga (toga), bahkan beragam sayuran segar, seperti sawi, seledri, bayam, dan selada yang ditanam dengan teknik hydroponic di depan kelas.  ‘’Harapan kami masyarakat sekitar sekolah juga ikut berpastisipasi mengurangi sampah plastik,’’ ucap Wiratama. 


Oleh : pendidik | 09 Januari 2019 | Dibaca : 115 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
PLT Walikota Jaya Negara Pantau Pelaksanaan UNBK di SMPN 4 Denpasar Apresiasi Pelaksanaan Ujian yang
Video
SMKN 3 Denpasar
Facebook
Twitter