Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Jajanan dan Makanan Sehat

Oleh : pendidik | 10 Januari 2019 | Dibaca : 138 Pengunjung

Persekolahannegeri dan swasta di Denpasar diharapkan menindaklanjuti Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. Selain itu, sekolah harus menyediakan jajanan dan makanan sehat di kantin agar siswa terhindar dari jajanan dana makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya atau jajanan yang memiliki banyak kandungan bahan kimia.

‘’Selain menyediakan makanan dan minuman sehat, juga menyediakan fasilitas untuk menerapkan ilmu kesehatan dan gizi serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ini sesuai tujuannya dibangunnya kantin untuk memberikan tempat representatif bagi siswa-siswi dan guru untuk makan dan minum ketika istirahat,’’ ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, AA Made Wijaya Asmara, S.Sos., MAP., Rabu (9/1) kemarin.

Selain itu, ia juga mengimbau kantin tidak memperjualbelikan makanan dan minuman berbungkus plastik. Jadi siswa-siswi yang ingin minum dan makan, bisa memakai piring dan gelas punya pedagang di kantin, atau bawa alat makan sendiri dari rumah. Termasuk sekolah diingatkan agar dalam setiap kegiatan tidak lagi memakai minuman dan makanan kemasan plastik.

Menurutnya, masalah sampah plastik sudah dalam tahap mengkhawatirkan. ‘’Mari kita bersama-sama menindaklajuti Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. Kalau mau minum pakai gelas, jangan pakai kemasan plastik,’’ tegasnya.

Langkah tersebut sebagai upaya untuk membudayakan hidup sehat dan bersih pada siswa mulai dari lingkungan sekolah. Termasuk sebagai bentuk implementasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar.

“Kantin sehat ini bertujuan membiasakan mengurangi konsumsi makanan kemasan. Lebih baik lagi, jananan atau makanan yang dijual adalah jananan atau makanan tradisional yang murah meriah dan sehat. Selain itu, upaya ini juga demi mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah,” jelas Agung Wijaya. 


Oleh : pendidik | 10 Januari 2019 | Dibaca : 138 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
BENCANA TANAH LONGSOR DI SD 6 UBUNG
Video
Tim Paduan Suara Disdikpora Kota Denpasar
Facebook
Twitter